Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Mutu pada Selasa, 3 Maret 2026, di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ir. Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas, M.P., Kepala Pusat Akreditasi Nasional Universitas Brawijaya, sebagai narasumber utama. Workshop ini bertujuan menyempurnakan standar mutu institusi agar selaras dengan instrumen akreditasi terbaru dan mengadopsi standar internasional. Ketua STMM menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil untuk mencapai target akreditasi institusi (AIPT).
Dalam sesi materi, Dr. Ir. Agustina Shinta menekankan pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mencakup aspek masukan, proses, luaran, hingga dampak. Beliau menyarankan penerapan standar mutu berbasis risiko untuk mengidentifikasi potensi hambatan dalam setiap proses PPEPP. Integrasi manajemen risiko ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menjaga kualitas pendidikan serta penelitian di lingkungan STMM. Dengan demikian, institusi dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan akreditasi di masa depan.
Penyusunan standar mutu ini juga memperhatikan instrumen dari LAMSPAK 2024 dan BAN PT 2025 sebagai acuan utama. Seluruh unit di lingkungan kampus diminta terlibat aktif dalam pengisian data serta sinkronisasi standar sesuai bidang masing-masing. Kolaborasi antar unit sangat diperlukan guna memastikan seluruh indikator kinerja utama dan tambahan dapat terpenuhi secara optimal. Keterlibatan aktif ini menjadi kunci dalam membangun budaya mutu yang kokoh di institusi.
Hasil dari lokakarya ini akan menjadi panduan operasional bagi setiap unit untuk menjalankan penjaminan mutu secara berkelanjutan. Melalui standar yang telah diperbarui, STMM optimis dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik bagi seluruh civitas akademika. Langkah ini mempertegas komitmen institusi dalam menjaga akuntabilitas dan relevansi pendidikan.


