Rapat Tinjauan Mutu (RTM) Level 1 Tahun 2024: Evaluasi dan Penguatan Sistem Mutu di Sekolah Tinggi Multi Media
Dalam upaya memastikan keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan tinggi, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Rapat Tinjauan Mutu (RTM) Level 1 Tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya pada tahap evaluasi dan pengendalian terhadap hasil Audit Mutu Internal (AMI).
Rapat ini membahas berbagai temuan strategis yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, serta pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan institusi. Salah satu fokus utama adalah perlunya pembentukan Tim Pengembang Kurikulum di tingkat program studi. Tim ini diharapkan dapat melakukan analisis kebutuhan perbaikan kurikulum secara sistematis dan terdokumentasi, yang selanjutnya menjadi dasar dalam proses revisi kurikulum.
Dalam pembahasan substansi kurikulum, ditegaskan bahwa struktur kurikulum harus memuat pemetaan yang jelas antara mata kuliah utama, pendukung, dan pilihan. Selain itu, kurikulum harus dirancang untuk mendukung ketercapaian kompetensi lulusan, baik kompetensi utama, pendukung, maupun kompetensi lainnya. Ditemukan bahwa beberapa aspek kurikulum masih memerlukan penguatan dokumentasi, sehingga direncanakan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Kurikulum serta pengembangan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Pada aspek implementasi, pengembangan instrumen kurikulum juga menjadi perhatian, meliputi penyusunan naskah akademik, deskripsi mata kuliah, silabus, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta modul praktik. Selain itu, diperlukan penyesuaian standar kegiatan praktik guna meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik.
Dalam pelaksanaan kurikulum, ditemukan bahwa monitoring perkuliahan belum berjalan optimal dan dikategorikan sebagai temuan mayor. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem monitoring yang terstruktur, termasuk penyusunan portofolio perkuliahan dan pemanfaatan sistem informasi akademik untuk mendukung evaluasi pembelajaran.
Pada aspek tugas akhir, dilakukan penyesuaian standar rasio pembimbing, dengan batas maksimal jumlah mahasiswa bimbingan per dosen ditetapkan untuk meningkatkan kualitas pembimbingan. Standar terkait juga akan diperbarui guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas akhir.
Selain itu, rapat turut membahas standar dosen dan tenaga kependidikan. Beberapa temuan mayor terkait rekrutmen dosen tetap menjadi perhatian utama, dengan rencana pengajuan kebutuhan dosen melalui skema yang sesuai dengan kebijakan nasional. Di sisi lain, penguatan sistem retensi, pemberian penghargaan, serta penyusunan pedoman monitoring dan evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi agenda penting.
Pengelolaan beban kerja dosen turut menjadi fokus, termasuk perlunya pengaturan mekanisme bimbingan lintas program studi guna mengoptimalkan kompetensi dosen. Selain itu, institusi juga mendorong peningkatan kualifikasi dosen melalui studi lanjut serta peningkatan jabatan akademik.
Melalui kegiatan RTM ini, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti setiap temuan audit secara sistematis dan berkelanjutan. Hasil rapat akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana tindak lanjut guna memperkuat implementasi prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam sistem penjaminan mutu.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola pendidikan serta memperkuat budaya mutu di lingkungan institusi.


