Benchmarking Pengembangan Kurikulum Berbasis Teknologi: Penguatan Kesiapan Akreditasi di Sekolah Tinggi Multi Media
Dalam rangka meningkatkan kualitas kurikulum serta mendukung kesiapan akreditasi program studi, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta melalui Program Studi Animasi dan Teknologi Permainan melaksanakan kegiatan benchmarking (studi lapangan) ke Politeknik Media Kreatif (Polimedia) pada tanggal 5 Juni 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh praktik baik (best practices) dalam pengembangan kurikulum berbasis teknologi, sekaligus memperkuat pemahaman terkait mekanisme akreditasi, khususnya pada skema LAM INFOKOM. Kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan jurusan, ketua program studi, dosen, serta tim penjaminan mutu dari kedua institusi.
Dalam sesi diskusi, pihak Polimedia menyampaikan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum, termasuk keterlibatan dalam asosiasi keilmuan seperti APTIKOM sebagai rujukan standar kurikulum dan akreditasi. Selain itu, disampaikan bahwa proses akreditasi LAM INFOKOM menekankan pada kesesuaian antara data, dokumen, dan implementasi di lapangan, sehingga seluruh bukti pendukung harus terdokumentasi dengan baik dan terstruktur.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah perlunya kesiapan dokumen secara menyeluruh, mulai dari visi dan misi, proses pencapaian, hingga bukti kegiatan pendukung yang terdokumentasi secara digital. Hal ini menjadi krusial mengingat proses visitasi bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen dan kondisi riil di lapangan.
Dalam aspek kurikulum, pembahasan menekankan pentingnya penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran serta integrasi pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Selain itu, konsep capstone project juga menjadi perhatian sebagai bentuk integrasi dari beberapa mata kuliah dalam menghasilkan luaran yang komprehensif.
Diskusi juga menyoroti pentingnya luaran tridharma, seperti publikasi ilmiah, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, serta pencapaian kompetensi melalui sertifikasi. Selain itu, pengelolaan rasio dosen dan mahasiswa, beban kerja dosen, serta penguatan dokumentasi kinerja dosen melalui sistem terintegrasi menjadi faktor penting dalam penilaian akreditasi.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa akreditasi tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen, tetapi juga pada konsistensi implementasi prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta diharapkan dapat mengadopsi praktik-praktik baik dalam pengembangan kurikulum dan penyiapan akreditasi, serta memperkuat budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan institusi.


